Image Alt

Alkisah

Keunikan budaya di Timur Indonesia, mengundang minat anak-anak hingga Presiden Indonesia Mungkin sudah menjadi hal umum dan biasa, jika bersalaman dengan berjabat tangan atau saling cium pipi. Berbeda, dengan yang dilakukan masyarakat sumba, di sini dilakukan dengan saling cium hidung. Tradisi yang sudah turun temurun ini dilakukan sebagai simbol persahabatan dan penerimaan terhadap orang baru. Berciuman dengan saling menempelkan hidung antara dua orang yang saling bertemu menandakan adanya saling pertukaran pernafasan. Dimana bernafas menandakan adanya kehidupan. Makna yang sangat dalam dan

Seni merupakan sebuah dahan yang tumbuh dari akar kebudayaan. Pada tiap cabangnya tumbuh rimbun kesenian di mana salah satunya merupakan seni kriya. Secara universal, seni kriya dikenal dengan nama craft atau kerajinan tangan. Seni kriya memiliki perbedaan di dalam filosofi, dan arti di baliknya. Hampir di tiap daerah di seluruh belahan negara memiliki seni kriyanya masing-masing. Di Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah pulau yang terletak di deretan bagian selatan. Pulau itu bernama Sumba. Sebuah pulau yang cukup gersang, ditumbuhi hutan belukar

Siapa yang dapat mengingkari keindahan bentang alam dan budaya Pulau Sumba? Di balik pesonanya, terdapat akar cerita, yang semakin membuat kita takjub dan merasa lebih dekat dengan pulau di Timur Indonesia, tepatnya bagian dari Nusa Tenggara Timur. Mulai dari asal muasal nama, hingga suku asli Tau Humba sebagai suku pertama di Sumba. Keeksotisan Sumba, ternyata telah diimani sejak zaman dahulu kala. Menilik sedikit ke belakang, Sumba termasuk daerah yang diincar oleh kolonial Belanda, tidak lain dan tidak bukan karena suburnya

Nusa Tenggara memiliki jutaan keelokan yang patut dikenal dan dijaga kelestariannya, salah satunya yaitu Pulau Sumba. Tapi jangan salah kenal dengan daerah yang satu ini. Biasanya masyarakat umum sulit membedakan antara Sumbawa dan Sumba. Kenapa? Karena kedua daerah ini terletak di pulau Nusa Tenggara dan namanya pun mirip. Walaupun dalam satu pulau besar, ternyata perbedaan sangatlah mencolok dari keduanya, terutama dari pakaian adat. Setiap sentuhan artistik pakaian adat Sumba memiliki ragam pemaknaan yang sangat agung karena berasal dari tangan para

Danau Weekuri - Sumba Barat Daya Berlokasi di Desa Kalenarongo, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya Danau Weekuri digadang-gadang sebagai salah satu objek wisata terunik di Pulau Sumba. Keunikannya terletak di airnya yang asin, berbeda dengan kebanyakan danau yang airnya tawar. Weekuri terbentuk dari air laut yang menerobos ke daratan melalui serapan dinding karang, kemudian bercampur dengan air tawar dari aliran mata air. Banyak yang bilang airnya sejernih kaca, sehingga kamu bisa melihat dasar danau yang berupa pasir putih. Permukaan airnya

Saat diberikan tugas oleh kantor untuk meliput ke Sumba, tidak terbersit dipikiran saya bahwa pulau Sumba akan seindah itu. Terlepas dari tradisi budaya nya yang membuat saya mengelengkan kepala, Sumba menyimpan banyak cerita yang sulit untuk saya lupakan.   Perjalanan saya bermula dari Sumba Barat daya, yang memiliki ciri khas baju adatnya itu. Masyarakat Sumba menyebutnya Inggi Dete dan Inggi Bawa. Inggi adalah kain berbentuk lembaran yang merupakan barang paling pokok dari busana tradisional lelaki Sumba. Inggi terdiri dari dua bagian